Laman

Selasa, 14 Mei 2013

Ayo Makan Serangga..!

Seperti yang dilangsir Harian Detik (Rabu, 15 Mei 2013), serangga merupakan bahan pangan alternatif yang dapat diangkat guna menyelamatkan permasalahan kelaparan dunia kedepan. Lembaga FAO dari PBB mengumumkan bahwa serangga bisa menjadi senjata terakhir umat manusia mengatasi masalah kelaparan dan pemanasan global. Saya jadi ingat isi dari materi kuliah "Serangga Berguna" yang saya dapat dari masa menjadi mahasiswa. Bagaimana serangga dapat menjadi bahan pangan alternatif yang memiliki nutrisi cukup setara dengan daging dan ikan. Serangga memiliki populasi terbesar didunia dengan umur hidup yang pendek dan kemampuan reproduksi yang sangat cepat. Kehidupan dan serangga juga tidak berakibat besar terhadap kerusakan lingkungan (global warming).Jika dibandingkan dengan bahan pangan lain yang setara seperti sapi, selain permasalahan tingkat produksi yang lambat, efek terhadap kerusakan lingkungan dari kegiatan peternakan sapi dinilai sangat besar.



 Permasalahan kelaparan dunia telah menyebar di banyak tempat terutama negara-negara Asia dan Afrika. Pertumbuhan penduduk yang tumbuh begitu cepat menjadi tantangan yang sulit dalam memenuhi kebutuhan pangan kedepan. Kualitas sumberdaya alam yang makin menurun, memaksa manusia harus mencari sumber lainnya yang dapat menggantikan peran sumberdaya alam yang telah berkurang. Jika permasalahan pangan makin mendesak dibeberapa negara, ini akan menjadi sangat sulit terpecahkan tanpa disokong oleh hal lain yang dapat menjadi solusi.

Pemetaan terhadap permasalahan pangan dapat disajikan dalam bagan berikut :
sumber : Harian Detik 13 Mei 2013

Di Indonesia, kebiasaan mengkonsumsi serangga bukan hal baru. Serangga khususnya belalang telah dikonsumsu masyarakat Indonesia sejak lama di banyak tempat. Kebiasaan mengkonsumsi daging dan ikan dapat dikurangi dengan upaya sosialisasi terhadap bahan makanan yang berasal dari serangga.Makanan dari serangga dapat dikemas dengan banyak cara dn inovasi  di bidang pangan.

Salam